Perjalanan Menuju Praja IPDN Angkatan XXXI Tahun 2020

 Assalamu'alaikum Wr Wb

Selamat Datang di Blog saya, pembaca setiaa... !

Pada Blog saya pada kali ini akan membahas tentang perjalanan saya untuk menjadi Praja IPDN Angkatan XXXI Tahun 2020...

Sebelumnya izin memperkenalkan diri Nama Dwiki Aulia Harlan Pangkat Madya Praja atau Praja Tingkat II IPDN, NPP 31.0192, Asal Pendaftaran Provinsi Jambi

Sebelum membahas bagaimana Perjalanan saya saat menjadi calon praja (Capra), kita wajib tahu dulu nih...

APA ITU IPDN ??


Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau yang biasa dikenal sebagai IPDN atau STPDN merupakan lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berletak di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dibawah naungan kementerian dalam negeri yang bertujuan untuk menghasilkan kader pemerintah baik ditingkat pusat ataupun daerah.



Di IPDN Ada Berapa Fakultas dan Bagaimana Sistem Pendidikannya ?


sumber : hotliputan6.com


IPDN terdiri dari 3 Fakultas yakni fakultas politik pemerintahan, fakultas manajemen pemerintahan dan fakultas perlindungan masyarakat. Pada fakultas politik pemerintahan memiliki 3 program studi yakni politik indonesia terapan, studi kebijakan publik, dan pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Lalu, fakultas manajemen pemerintahan memiliki 4 prodi yakni administrasi pemerintahan daerah, keuangan publik, manajemen sumber daya manusia sektor publik, dan teknologi rekayasa informasi pemerintahan. Kemudian fakultas perlindungan masyrakat memiliki 3 prodi yakni kepndudukan dan catatan sipil, praktik perpolisian dan tata pamong, dan manajemen keamanan dan keselamatan publik.




Pola Pendidikan di IPDN dinamakan Tritunggal terpusat dimana terdiri dari 3 komponen yakni pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Ketiga komponen tersebut saling melengkapi dan tidak hanya unggul di salah satu komponen saja. Pada pengajaran dipimpin oleh seorang pengajar/dosen, pada pelatihan dipimpin oleh pelatih, dan pada komponen pengasuhan dipimpin oleh pengasuh yang selalu melekat dan erat dengan praja. 


Persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Praja, Apa saja ?

Persyaratan untuk menjadi Praja IPDN diklasifikasi menjadi 2 kategori yakni Persyaratan Umum, Persyaratan Administrasi, dan Persyaratan Khusus. 

1. Persyaratan Umum

- Warga Negara Indonesia
- Usia Peserta minimal 16 Tahun dan maksimal 21 Tahun per tanggal 31 Desember di tiap tahun pendaftaran. Jadi semisal mendaftar di tahun 2020 maka pada tanggal 31 Desember 2020.
- Tinggi badan bagi pendaftar laki-laki minimal 160 cm dan perempuan minimal 155 cm.

2. Persyaratan Administrasi

- Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk Paket C dengan ketentuan :
a. Nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata raport dan nilai ujian sekolah lulusan 2017 s.d 2020; dan 
b. Nilai rata-rata ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat ditetapkan minimal 65,00 untuk nilai rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d 2020.

- Ktp-el bagi peserta yang berusia 17 tahun atau kartu keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP-el ;
- Bagi yang belum memili KTP-el atau kartu keluarga dapat melampirkan surat keterangan kependudukan atau resi permintaan pembukaan KTP-el yang ditandatangani oleh pejabat berwenang ;
-Surat Keterangan lulus dari Kepala Sekolah ;
- Surat Keterangan Orang Asli Papua khusus bagi peserta OAP ;
- Alamat e-mail yang aktif ; dan
- Pasfoto

C. Persyaratan Khusus

- Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan ;
- Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama/adat ;
- Tidak bertato atau bekas tato ;
- Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak ;
- Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil
- Belum pernah diberhentikan secara tidak hormat sebagai praja atau perguruan tinggi lainnya

Info Lebih Lanjut silahkan check website spcp.ipdn.ac.id ya para pembaca sekaliann...


Bagaimana perjalanan penulis dalam melewati serangkaian seleksi ???


Singkat cerita, saya merupakan lulus SMA angkatan 2019 yang mana baru diterima di IPDN pada tahun 2020 ( Tahun Kedua) pada tahun pertama saya mendaftar di Politeknik Keuangan STAN (PKN STAN) namun harus pupus karena nilai SKD pada sub TKP tidak memenuhi syarat. Karena tidak lulus tersebut akhirnya saya kuliah di Universitas Andalas karena sudah diterima terlebih dahulu melalui jalur SNMPTN. Selama saya berkuliah, jika ada waktu kosong saya menyempatkan waktu untuk belajar SKD terus menerus sehingga saat waktunya dekat saya tidak terlalu sistem kebut semalam. Akan tetapi,  pada tahun 2020 PKN STAN tidak membuka pendaftarann..... 

Entah mengapa, saya seperti mendapat pencerahan untuk mendaftar di IPDN saja karena kebetulan keluarga saya juga ada yang menjadi seorang Praja. Di sisa waktu saya terus berlatih untuk tes jasmani dan tes psikologi. Dan memeriksa kesehatan saya agar memastikan semua baik-baik saja. Namunnn... tanpa saya sadari saya mengalami varikokel ringan, agar tidak mengurangi nilai maka saya harus melakukan operasi. Fyi semua biaya operasi varikokel saya kemarin di cover oleh BPJS Kesehatan. Setelah masa pemulihan pasca operasi saya memeriksakan gigi saya di dokter gigi dan melakukan beberapa treatment serta menguatkan diri dengan latihan fisik agar kuat saat tes jasmani nantinya. 

Sebenarnya, setiap sub tes saya digolongkan beruntung. Karena di setiap pengumuman nama saya selalu terletak pada posisi hampir akhir. Mungkin karena sudah takdir walaupun nama saya rata-rata pada rangking akhir namun saya bisa menyingkirkan mereka yang memiliki nilai lebih tinggi dari saya di setiap subtes selanjutnya. Akhirnya saya dinyatakan lulus pantukhir dan berhak berangkat ke jatinangor untuk melakukan PKKBA dan Diksarmendispra sebelum resmi dikukuhkan menjadi Muda Praja. 









Video :



Komentar

Postingan populer dari blog ini